Peredaran waktu terus bergejolak mengitari ruang hampa dalam hatiku, sejenak cuaca pagi merasuk kedalam sukma menenangkan rasa hampa. Namun tak lama kemudian kebisingan kembali menggerogotiku ketika mentari mulai mulai diterpa awan kegelapan. Cerah begitu asyik menemani kesendirian yang begitu perih kurasakan dalam hati & sekujur tubuhku, badanku terasa nyilu mataku seakan mau terpejam dan kakiku seakan tak bisa kulangkahkan. Denting gitar menggema dalam telingaku, gemericik embun pagi menambah suasana pagi laksana surga para nabi., Disekitar kudapati telaga biru dalam suasana yang begitu menggugah seleraku untuk bersenggama dengan alam.
Harum surga kurasakan begitu merasuk kedalam jiwa, lentera yang memancar dari ufuk timur merupakan pertanda akan kebesaran tuhan dengan bahtera keagungannya.
Seakan tak pernah kusangka udah setahun lebih aku mengenalnya. tahun lalu seakan baru kemaren kurasakan seakan kuingin mengulangi masa-masa itu, karena ketika itu adalah masa yang tak bisa lepas dari memoriku. Kenapa waktu terlalu cepat berotasi mengelilingi roda perputaran rasa yang bergelora.
Aku ngak tahu harus aku mulai dari mana aku bercerita tentang keluhku, tentang kesahku dan tentang tangisku. Sejak itu aku ngak tahu kemana waktu membawa jiwaku karena aku udah berusaha lupakan wajah itu yang selama ini terus menggerogoti lubuk hatiku. Seakan tak mau pergi jauh wajah itu dari khayalku.
Dia adalah gadis manis yang selalu mendampingi kesenjanganku, mendengar keluh dan kesahku menghapus air mataku ketika ia meleleh danmembasahi kedya pipiku. Tapi kini dia telah pergi jauh dari kehidupanku, entah kemana aku tak tahu harus kemana aku mencarinya kupikir sudah seluruh dunia kulalui untuk mencari dimana dia kini beranjak. Namun kegagalah yang selalu menyampiriku. Tuhan aku tahu dengan segala dosa yang tiap hari kulakukan tapi apakah engakau akan memisahkan aku dengan gadis itu.? Gadis yang selalu hadir dalam mimpiku, gadis yang sering membuatku menagis karena dia telah menghilang, apakah dia telah ditelan bumi aku tak tahu. Ataukah dia sudah menemukan pujangga yang lebih segalanya dari aku. Kalau memang benar haruskah aku akhiri pencarian ini, haruskah aku pendam jauh-jauh rasa ini ataukah harus keukubur jasadku dalam-dalam agar aku bisa melupakannya???.
Aku tak tahu apakah aku bisa melupakannya dengan RASYA yang begitu dalam?
Sumenep (Lenteng) 30 November 2008 M

Tidak ada komentar:
Posting Komentar