Sabtu, 29 November 2008

DIMANA KAU BERSEMAYAM SAYANG

Peredaran waktu terus bergejolak mengitari ruang hampa dalam hatiku, sejenak cuaca pagi merasuk kedalam sukma menenangkan rasa hampa. Namun tak lama kemudian kebisingan kembali menggerogotiku ketika mentari mulai mulai diterpa awan kegelapan. Cerah begitu asyik menemani kesendirian yang begitu perih kurasakan dalam hati & sekujur tubuhku, badanku terasa nyilu mataku seakan mau terpejam dan kakiku seakan tak bisa kulangkahkan. Denting gitar menggema dalam telingaku, gemericik embun pagi menambah suasana pagi laksana surga para nabi., Disekitar kudapati telaga biru dalam suasana yang begitu menggugah seleraku untuk bersenggama dengan alam.

Harum surga kurasakan begitu merasuk kedalam jiwa, lentera yang memancar dari ufuk timur merupakan pertanda akan kebesaran tuhan dengan bahtera keagungannya.

Seakan tak pernah kusangka udah setahun lebih aku mengenalnya. tahun lalu seakan baru kemaren kurasakan seakan kuingin mengulangi masa-masa itu, karena ketika itu adalah masa yang tak bisa lepas dari memoriku. Kenapa waktu terlalu cepat berotasi mengelilingi roda perputaran rasa yang bergelora.

Aku ngak tahu harus aku mulai dari mana aku bercerita tentang keluhku, tentang kesahku dan tentang tangisku. Sejak itu aku ngak tahu kemana waktu membawa jiwaku karena aku udah berusaha lupakan wajah itu yang selama ini terus menggerogoti lubuk hatiku. Seakan tak mau pergi jauh wajah itu dari khayalku.

Dia adalah gadis manis yang selalu mendampingi kesenjanganku, mendengar keluh dan kesahku menghapus air mataku ketika ia meleleh danmembasahi kedya pipiku. Tapi kini dia telah pergi jauh dari kehidupanku, entah kemana aku tak tahu harus kemana aku mencarinya kupikir sudah seluruh dunia kulalui untuk mencari dimana dia kini beranjak. Namun kegagalah yang selalu menyampiriku. Tuhan aku tahu dengan segala dosa yang tiap hari kulakukan tapi apakah engakau akan memisahkan aku dengan gadis itu.? Gadis yang selalu hadir dalam mimpiku, gadis yang sering membuatku menagis karena dia telah menghilang, apakah dia telah ditelan bumi aku tak tahu. Ataukah dia sudah menemukan pujangga yang lebih segalanya dari aku. Kalau memang benar haruskah aku akhiri pencarian ini, haruskah aku pendam jauh-jauh rasa ini ataukah harus keukubur jasadku dalam-dalam agar aku bisa melupakannya???.

Aku tak tahu apakah aku bisa melupakannya dengan RASYA yang begitu dalam?

Sumenep (Lenteng) 30 November 2008 M

Memori Masa Silam Menyongsong masa depan

fajar kini telah menyingsing dan merangkul sukmaku dalam kehidupan maya yang begitu hina, meski aku sadari dengan keadaanku sebagai seorang hamba yang hanya bisa meminta(doa) dan berusaha. karena hal itu adalah kewajiban manusia untuk mencapai tingkatan khairul ummah dan sebagai investasi akhirat bagi mereka. dengan doa dan usaha aku yakin aku bisa mencapai cita-citaku, karena dengan semua pekerjaan itu bisa sukses meski tidak seratus persen. karena aku berkomitmen aku tinggalkan cinta demi cita-cita dan akan kuraih cita-cita itu demi cinta. semuanya aku lakukan berdasarkan cinta.
cinta merupakan kebutuhan seluruh manusia karena dengan cinta itu kita bisa lahir kedunia ini. cinta itu diibaratkan oksigen yang harus manusia itu hirup tiap waktu.

Jumat, 28 November 2008

Entah Mengapa Rasa Itu terus menjalar menjelajahi sel pembuluh darah ini?

Entah apa dan bagaimana aku pun tak tahu harus bagaimana, sebagai seorang musafir kini aku hanya bisa berkelana dan melanglang buana dalam wahana kenistaan akan kehidupan yang terlalu membuatku bosan akan kehidupan ini. tapi, satu hal yang bikin aku semangat untuk hidup, yaitu dengan adanya rasa yang membalut sukma dalam kehampaan cinta yang membara. rasa itutak pernah bisa hilang dia terus menggerogoti tenggorokanku untuk menahan dahaga. semoga rasa itu bisa mendengar dengan rintihan hati yang tak menentu sehingga dia bisasadar betapa sengsaranya sang musafir kelana

mereka tak perlu dieksekusi

MEREKA TAK PERLU DIEKSEKUSI
Oleh: sang musafir kelana
” Dan hendaklah kalian berlomba-lomba dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran dan berimankepada Allah”

Reaksi luar dan dalam pada 12 oktober 2002 lalu yang telah Amrozi realisasikan dan kawan-kawan terhadap pulau syurga yang dikenal oleh berbagai macam ras maupun Negara itu memang bisa dikatakan begitu tragis yang telah menewaskan 202 orang. Negara Indonesia yang dikenal dengan Negara hukum itu harus disibukkan dengan perkara yang mereka lakukan sehingga mahkamah agung memutuskan utnuk melakukan eksekusi terhadap Amrozi dkk.
Akan tetapi, beberapa kali rencana itu gagal dengan alasan yang tak menentu, sehingga pada akhirnya mereka juga dikabarkan dieksekusi minggu dinihari 00.15 WIB. Hal yang sangat mengejutknan bahwasanya para eksekutor itu ada yang salah tembak , atinya tidak tepat sasaran.

KENAPA MEREKA HARUS DIEKSEKUSI?
Kenapa mereka harus dieksekusi? Ya itu lah yang menjadi tanda Tanya besar dalam benak bangsa Indonesia khususnya bagi Islam itu sendiri. Karena realita yang ada mereka tidak bersalah yang salah itu justru pemerintah itu sendiri. Kenapa? Dikarenakan bangasa Indonesia bukanlah bangsa yang semena-mena dirusak oleh kelakuan para turis yang berkunjung ke Indonesia dengan membawa budaya mereka yang semrautan dan tidak memikirkan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangasa yang terkanal dengan budaya agamisnya. Berbagai aliansi telah memperingatkan pemerinah supaya para turis yang berkunjung ke Indonesia harus menjaga norma-norma yang berlaku di Indonesia. Akan tetapai, realita yang ada pemerintah tidak memperhatikan hal itu secara tegas mmalah dibiarkan begitu saja.
Maka jangan disalahkan mereka bertinak seperti itu karena hal itu merupakan upaya meminimalisir kerusakan moralitas bangsa Indonesia. Mereka beranggapan seperti ini kalau mereka melhat suatu kemungkaran dan mereka sudah memperingatkan tapi hal itu mereka anggap sebagai angin saja. Makanya mereka menganggap hal atau perbuatan mereka merupakan suatu kemungkaran yang harus dimusnahkan salah satunya dengan membom bardir klub-klub dibali. Pertanyaanya sekrang kenapa harus bali?
Jawaban yang begitu relevan adalah dikarenakan pulau bali merupakan sarang maksiat, dimana-mana maksiat didaratan maupun dipesisier pantai yang begitu banyak sumur-sumur bergelimpangan seperti kehilangan buih saja. Perbuatan mereka bisa dibilang menurut paham sang penulis adalah sebuah jihad untuk memperjuangkan dan untuk memperbaiki moraliltas bangsa yang sudah mulai terkikis disebabkan budaya-budaya barat yang berkembang dibangsa ini. Selain itu, islam itu tidak hanya sekedar agama yang bisa dikatan orang barat adalah agama yang lemah dan tidak idiologis contohnya kata mereka kalau mencuri harus dipotang tangannya dan masihbanyak lagi cemoohan yang mereka lontarkan terhadap agama islam.
Dengan adanya trio bombers bali itu yang telah melaksanakan tugasnya membom bardir bali membuktikan bahwasanya islam itu adalah agama yang kuat yang berdasar terhadap Al-Quran dan Al-hadits. Apabila ada suatu kemungkaran yang tidak bisa diselesaikan denga bahasa lisan maka kekerasn pulalah yang bakal menyelesaikannya.
Memang Rasulullah tidak mengajarkan umatnya untuk melakukan pembunuhan kalau beliu mengajarkan kepada umatnya untuk melakuykan pembunuhan maka umatnya akan mejnadi umat yang pembunuh. Tidak seperti itu, akan tetapi kemungkaran itu haus dimusnahkankalau tidak maka bencana-bencana kerusuhan dimana akan terjadi. Contoh kecilnya saja Aceh daerah yang termasyhur denga serambi mekkah itu harus menerima cobaan yaitu dengan adanya tsunami. Hal itu tiada lain adalah sebagai peringatan suapaya kemungkaran harus diminimalisr karena kabar terkahir bahwasanya disana ditemukan kebun ganja yang jika dipersentasekan lebih dari satu haktar. Selain itu juga kerusahn yang terjadi antara Gerakan Aceh Merdeka atau yang sering disebut GSM dengan NKRI yang menginginkan bhwa Aceh harus pisah dengan Indonesia. Aka teapi dengan adanya tsunami tadi semuanya bisa diminimalisir GAM sudah menyerahkan senjata terhadap NKRI kebunganja sudah dimusnahkan.
Kembali kepada permasalahan tadi tentang Amrozi dkk. Berbagai anathema yang dilontarkan para korban bom bali bahwasanay mereka harus secepatnya diseksekusi. Akan tetapi Australila yang telah kehilangan 88 orang akibat bom bali tadi banyak yang menyatakan supaya mereka tidak dieksekusi tapi di hukum seumur hidup saja.
Jadi menurut hemat sang penulis, eksekusi yang telah direalisasikan oleh pemerintah merupak tindakan yang salah karena akan berakibat fatal bagi bangsa Indonesia sendiri. Karena para teroris dunia tidak akan diam saja denga dieksekusinya Amrozi dkk. Pastinya mereka akan melakuakn tindakan lain.
Intinya, pembom bardiran yang dilakukan tri bombers bali itu begitu berdampak postif sekalli karena bisa meminimalisir perusakan terhadap moralitas bangsa Indonesia. Salah satunya para turis sedikit berkurang keindonesia khusunya ke bali dengan membawa budaya yang tidak etis bagi bangsa Indonesia.
Dan akhirnya semoga tullisan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dan supaya bisa menjadi investasi akhirat bagii sang penulis. Amien